Gemintang berpijar cantik menghias langit Yogyakarta. Kelakar muda-mudi di angkringan terdengar dari atas balkon kos Yuna. Yuna mengacuhkannya. Pertanyaan Dodit telah mengusiknya. Gadis itu menarik napas dalam lalu menghelanya.
Betapa sulit mengurai kepenatan di kepalanya. Dia hanya ingin kekasihnya itu bahagia. Mendampinginya, mendukung, menyayangi dan mencintai dalam diam. Menenggelamkan diri pada rasa yang begitu kuat mengakar ke dalam kalbu, tanpa bisa mengakuinya.
Empat tahun mereka menjalani jalinan asmara diam-diam. Bukan mau Dodit, tapi ini permintaan Yuna ketika mereka memutuskan untuk mengikat hati mereka satu sama lain.






